Aku bukanya anak bangsawan. Aku adalah anak hamba yang muncul di tanah Solor Nusa Tenggaa Timur. Aku lahir dari sebuah keluarga yang sangat sederhana dan terbelakang . Namun tidak membuat aku menjadi manusia yang pengecut. Malahan menjadi sumber kekuatan dan keberanian dalam bertindak. KUNANAWA bukan menjadi penghalang untuk meraih sebuah kesuksesan. Kunanawa = anak hamba/budak
Minggu, 29 Juli 2012
Rahasia Sebuah Pengorbanan
Di simpang pertigaan tahun 1996, lahirlah sebuah momen baru dalam agenda hidup ini.kaki melangkah dengan terikat,tangan meraih dengan terbelenggu,Menapak suatu bahtera baru,menelusuri sebuah mahligai abadi,bersama seseorang yang barusan kukenal empat bulan yang silam.
Musim silih berganti,zaman beralih zaman,nuansa mahligai berlalul dan berlalu.... Segalanya meminta pengorbanan memakan tenaga menguras pikiran,membelenggu perasaan dan mengikat nurani,pada lembaran hidup yang semakin kelam. Kutengadah perlahan,membuka mata mengangkat tangan,menatap langit,membidik harapan,semoga Tuhan menjatuhkan embun di pelupuk impian.
Kini kakiku semakin tak berdaya,tanganku bertambah lesuh,semunya dimakan usia segalanya ditelan zaman.Alun hidupku melorot lunglai,irama kehidupan menurun drastis,kenangan tinggalah kenangan.Kapankah semuanya ini berakhir......
Menuai di Senja Hari
Kaki beralas kulit,
Keriput berbalut kuduk
Melangkah di saat subuh,
Melompat di kala petang
Menangkap sepeser harapan
Menggenggam sebutir impian
Demi buah permata
Megejar cita di gemerlapan kota.
Hari berganti minggu
Bulan beralih tahun
Harapan berbaur cemas
Impian berpadu samar
Namun semangat tak terkoyak
Bahkan menambah bugar di dada renta.
Kini harapan semakin mendekat
Impian sudah kelihatan di ujung kampung
Kucuran keringat semakin menderas
Tulang-tulang tua dipaksa menegak
Demi menopang cita-cita putranya
Tinggal sejengkal tangan dan setapak kaki.
Akhirnya....
Pekik sorai menyelimuti dangau tua
Gegap gempita menyelubungi gubuk reyot
Wajah keriput tersenyum simpul
Memandang gembira
Meneteskan air mata
Melihat putranya tersimpuh luguh
Bersimbah kaki memegang Ijazah
Tanda semuanya telah selesai.
Langganan:
Komentar (Atom)
