Kaki beralas kulit,
Keriput berbalut kuduk
Melangkah di saat subuh,
Melompat di kala petang
Menangkap sepeser harapan
Menggenggam sebutir impian
Demi buah permata
Megejar cita di gemerlapan kota.
Hari berganti minggu
Bulan beralih tahun
Harapan berbaur cemas
Impian berpadu samar
Namun semangat tak terkoyak
Bahkan menambah bugar di dada renta.
Kini harapan semakin mendekat
Impian sudah kelihatan di ujung kampung
Kucuran keringat semakin menderas
Tulang-tulang tua dipaksa menegak
Demi menopang cita-cita putranya
Tinggal sejengkal tangan dan setapak kaki.
Akhirnya....
Pekik sorai menyelimuti dangau tua
Gegap gempita menyelubungi gubuk reyot
Wajah keriput tersenyum simpul
Memandang gembira
Meneteskan air mata
Melihat putranya tersimpuh luguh
Bersimbah kaki memegang Ijazah
Tanda semuanya telah selesai.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar